“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. an-Nur [24]: 32)

Keputusan untuk menikah memang tidak mudah, karena ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, terutama untuk masalah keuangan. Seseorang seringkali mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan, apalagi saat sudah menikah dan memiliki anak sehingga semakin banyak pengeluaran. Maka keahlian mengelola keuangan mutlak harus dimiliki.

Cara Mengelola Keuangan Setelah Menikah

Inilah yang membuat sebagian orang menunda untuk menikah karena takut keluarganya akan mengalami kesulitan ekonomi, jadi menunggu mapan dulu baru menikah. Sama halnya dengan wanita yang lebih memilih mencapai cita-cita dan sukses dalam karir sebelum menikah dengan tujuan untuk masa depan yang cerah.

Dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 32 di atas, sudah jelas janji Allah yang akan memberikan kemampuan (rezeki) kepada mereka yang sudah menikah. Jadi, belum mapan bukanlah alasan bagi Anda untuk menunda pernikahan. Yang paling penting adalah Anda sebagai seorang pria memiliki pekerjaan dan penghasilan. Mau bekerja keras dan berusaha untuk masa depan keluarga.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الْأَدَاءَ

Ada tiga orang yang akan mendapatkan pertolongan Allah: (1) orang yang berjihad di jalan Allah, (2) orang yang menikah demi menjaga kesucian dirinya, (3) budak mukatab yang ingin membebaskan dirinya.”

Menikah juga bisa menjadi pelindung Anda dari kemaksiatan yang ditimbulkan oleh hawa nafsu. Menjaga kesucian Anda dan menjauhkan dari dosa zina. Jika saat ini Anda masih ragu untuk menikah karena bingung tentang mengelola keuangan nantinya, disini kami akan memberikan beberapa cara mengelola keuangan setelah menikah, semoga bermanfaat untuk Anda.

Cara mengelola keuangan setelah menikah
#1. Terbuka dengan pasangan perihal keuangan

Hal pertama yang harus Anda perhatikan untuk sukses dalam mengelola keuangan yaitu terbuka dengan pasangan Anda mengenai masalah keuangan. Karena suatu hal yang sudah menyangkut dengan keuangan akan menjadi hal yang sangat sensitif. Banyak hubungan hancur hanya karena uang.

Anda dan pasangan Anda memiliki sifat dan pemikiran yang berbeda sehingga akan memiliki pendapat yang berbeda pula. Saat Anda ingin kredit kendaraan, tapi ternyata pasangan Anda berpendapat lebih baik kredit rumah dulu, dan sebagainya. Hal ini untuk mengantisipasi masalah di masa mendatang, jangan sampai Anda menyembunyikan masalah keuangan meskipun jumlahnya kecil dari pasangan Anda.

Meskipun itu adalah hasil jerih payah Anda, tapi bukankah semua kerja keras yang Anda lakukan hanya untuk membahagiakan keluarga? Jadi, memberitahu kemana dan untuk apa uang tersebut digunakan bukanlah hal yang salah kan? Daripada menimbulkan kecurigaan antara Anda dan pasangan Anda.

#2. Membuat anggaran setiap bulan

Membuat anggaran adalah cara yang tepat untuk mengelola keuangan Anda. Buatlah catatan berisi pendapatan dan pegeluaran Anda selama satu bulan. Apalagi jika istri juga bekerja, berarti pendapatan Anda digabung menjadi satu. Dari catatan ini dapat diketahui berapa pendapatan sebulan dan dikeluarkan untuk apa saja. Setelah mengetahuinya, Anda bisa memilah-milah manakah pengeluaran yang tidak perlu, sehingga uang yang lainnya bisa disisihkan untuk menabung atau untuk keperluan tidak terduga.

#3. Menetapkan pengelola keuangan dalam keluarga

Saat Anda masih hidup sendiri, mau membeli apapun itu terserah Anda, toh itu adalah uang hasil kerja keras Anda sendiri. Berbeda saat Anda sudah menikah, pendapatan Anda juga milik keluarga. Nah, untuk mempermudah mengelola keuangan keluarga Anda, tetapkan seseorang untuk menjadi pengelola. Biasanya tanggung jawab ini jatuh kepada istri. Mengapa? Karena wanita dinilai lebih mampu menentukan prioritas daripada pria. Wanita juga lebih rinci akan suatu hal dibandingkan dengan pria.

Baca juga: 10 Tipe Pria Idaman Wanita

#4. Tentukan jumlah pengeluaran harian dan bulanan

Untuk menekan pengeluaran yang ada, Anda bisa menentukan jumlah pengeluaran dan bulanan sesuai dengan kesepakatan bersama pasangan. Melalui catatan anggaran yang sudah Anda buat sebelumnya, bisa Anda ketahui apa saja kebutuhan bulanan Anda dan berapa uang yang dibutuhkan. Hal ini untuk menghindari pembelian barang-barang yang sebenarnya tidak Anda butuhkan dan hanya menimbulkan keborosan saja.

#5. Membagi pengeluaran

Menikah bukan hanya soal Anda mencintai pasangan Anda dan komitmen untuk hidup bersama. Lebih dari itu, Anda juga harus menyatukan pendapat, menekan ego, dan melengkapi kekurangan pasangan, termasuk dalam hal keuangan. Hal ini tidak terlalu menjadi masalah jika yang bekerja hanya suami. Tapi jika Anda dan istri sama-sama bekerja, maka sebaiknya tentukan pendapatan masing-masing digunakan untuk apa. Ini diperlukan agar tidak terjadi perseteruan.

Misalkan, pendapatan suami digunakan untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga, sedangkan pendapatan istri ditabung untuk masa depan dan kebutuhan tidak terduga. Hal ini harus Anda bicarakan sebelum Anda memutuskan untuk menikah dengannya, daripada timbul perbedaan pendapat dan berujung pada perceraian.

#6. Jangan lupa investasi

Memang bukan hal yang mudah untuk mengelola keuangan, apalagi setelah menikah. Pendapatan yang masih belum stabil dan pas hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari adalah masalah yang umum. Disini Anda harus menekan keinginan Anda untuk membeli hal-hal yang tidak benar-benar dibutuhkan. Jika memang ada uang lebih, simpan uang tersebut untuk diinvestasikan.

Anda bisa mencoba bisnis kecil-kecilan dari simpanan uang tersebut. Meskipun hasilnya tidak seberapa, tapi setidaknya Anda memiliki pendapatan tambahan. Ini akan sangat membantu jika terjadi sesuatu dengan sumber pendapatan utama, atau saat Anda mengalami krisis keuangan.

#7. Terus memantau kondisi keuangan

Kalah dalam peperangan bukan berarti lawannya memiliki kekuatan yang lebih, bisa jadi karena saat itu kita sedang lengah dan akhirnya bisa dikalahkan. Hal ini juga berlaku dalam mengelola keuangan. Sebelumnya Anda sudah membuat beberapa kesepakatan dengan istri mengenai pembatasan pengeluaran. Saat itu kondisi keuangan Anda masih tergolong pas-pasan. Setelah beberapa tahun menjalani pernikahan, ternyata keuangan Anda semakin membaik. Kondisi ini bisa menyebabkan Anda lupa dengan kesepakatan tersebut dan mulai hidup sedikit boros.

Untuk mencegahnya, buatlah kesepakatan mengenai anggaran yang baru, berisi berapa pendapatan Anda saat ini dan berapa pengeluarannya. Karena semakin banyak pendapatan biasanya pengeluaran juga akan semakin bertambah. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati.